Cara berpikir sistematis ala ilmuwan komputer untuk mengurai masalah rumit menjadi langkah-langkah kecil yang bisa dikerjakan — oleh manusia maupun mesin.
Klik salah satu kartu untuk melihat penjelasan lengkapnya.
✔ Dapat diselesaikan dengan langkah langsung.
✔ Penyebabnya jelas dan tunggal.
✔ Solusinya dapat langsung dipraktikkan.
Contoh: printer tidak aktif — tinggal cek kabel atau tinta.
✔ Perlu analisis dan strategi.
✔ Penyebabnya banyak dan saling terkait.
✔ Solusinya perlu uji coba dan evaluasi.
Contoh: sistem pencatatan kehadiran peserta didik yang tidak efektif, atau kemacetan kota besar.
Klik setiap simpul untuk melihat definisi dan contoh penerapannya pada kasus menentukan rute tercepat ke sekolah dan antrean kantin.
Dela kaget nilai Matematika dan Bahasa Inggrisnya turun drastis, padahal dua pelajaran itu paling ia kuasai. Ternyata ia mulai ikut ekskul baru dan sering begadang main ponsel. Klik tiap pertanyaan untuk melihat kaitannya dengan berpikir komputasional.
Rumah, sekolah, dan persimpangan dimodelkan sebagai graf. Klik tiap langkah simulasi untuk melihat penjelasannya pada peta di samping.
Sistem KA untuk rekomendasi rute bekerja lewat empat lapisan. Klik tiap kartu untuk membuka pendekatan dan contoh implementasinya.
Mengumpulkan data real-time via Google Maps / WAZE API tentang kepadatan lalu lintas, plus data cuaca dari BMKG.
Membuat graf berbobot dengan tiga rute alternatif, bobot diperbarui berdasarkan kecepatan rata-rata kendaraan.
Algoritma A* memilih rute tercepat sambil menghindari jalan rawan banjir karena prediksi hujan ringan.
Sistem mencatat waktu tempuh aktual dan memperbarui model agar prediksi rute makin akurat ke depannya.
Selesaikan masalah kompleks sehari-hari dengan analisis masalah dan pendekatan berpikir komputasional.
Pengelolaan sampah rumah tangga yang efisien.
Sistem rekomendasi buku di perpustakaan sekolah.
Sistem informasi pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Mendeteksi dan mencegah perundungan di sekolah.
Menghemat penggunaan air di sekolah.